Update terbaru Cerita Kuliner gw, karena memang.. the urge to tell is unstoppable..
Kali ini gw bersama Tyas memutuskan untuk berpetualang membelah belantara kota Jakarta untuk mencari tujuan wisata kuliner. Awalny kita ingin mencari Sate Kambing Lembut dan makanan laut-seafood entah dimana. Dan setelah membolak-balikan halaman buku Bango gw, kita mau ke Ice Cream Ragusa di Jalan Veteran kemudian lanjut ke Nasi Goreng Kebon Sirih.. Satu hal yang perlu di note, kita jalan kaki, hahah..
)
Ok, awalny dari Mega Kuningan kita jalan ke halte busway Karet dan lanjut hingga halte Monas. Sampai sini masih g tau nih, Jalan Veteran itu dimana sih?? yang gw tau (dari peta kecil buku Bango gw) itu daerah Monas – Medan Merdeka situ lah.. So, up on the bus and stop at Monas Shelter..
Ice Cream Ragusa
Siapa yang g suka es krim coba??? tunjuk tangan??!!!
Bagi penikmat, pecinta, pemakan, atau apalah.. pokokny bagi orang2 yang suka merasakan sensasi dingin dan manis suatu ice cream patut nyobain Ice Cream Ragusa ini. Memang sih udah ada banyak ragam dan penjual ice cream dari yang didorong sampai yang model sebakul mahal banget, tapi g pernah salah nyobain sensasi klasik dan originalitas suatu rasa, hehe..
Lokasiny ada di Jalan Veteran I no.10. Kali ini gw juga melengkapi dengan peta perjalanan gw. Garis biru itu rute menggunakan kendaraan bermotor sedangkan garis cokelat adalah rute berjalan kaki dari halte busway Monas. Konon katany, ini tempat udah berdiri sejak tahun 1930an, dan memang sih dilihat dari tempatny itu masih kesan masa lampau banget.
Ice Cream Ragusa itu ice cream aliran Italia. Kalau kita pernah denger Banana Split, itu termasuk ice cream aliran itali. Gw sendiri sih g terlalu bisa ngebedain ini ice cream aliran apa atau gimana, tapi yg gw tau Ice Cream Ragusa ini komposisi susuny pas, not to much hingga bikin eneg atau not to less hingga bikin rasany hambar, pas
Disini semua menuny berhubungan dengan dessert. Ada Ice Cream original yang hanya satu scope, satu cone, ada juga Special Mix (4 scope, terdiri dari ice cream chocolate, strawberry, vanilla, dan ijo rasa apa y??), trus juga Cassata Sicillianna (es potong didalamny ada cake), Tutti Frutti (es dengan taburan buah2 kering), the infamous Banana Splitt , g ketinggalan the notorious Chocolate Sundae (yg mau gemuk silahkan dimarii..
) , dan terakhir menu andalan dari tempat ini adalah SPAGHETTI ICE CREAM. Yang terakhir disebut memang mantap, bukan cuma porsiny tapi rasany yang rich, kaya *lebayy* akan rasa buah2an, taburan kacang, dan segala macam topping diatas tumpukan ice cream vanilla yang dibentuk seperti helaian halus spaghetti.. wuiiiihhh.. mantaaaappp..
Harga dari Ice Creamny berkisar antara Rp 10.000 (untuk yang cone), Rp 12.000 (untuk satu scope), Rp 19.000 (untuk menu2 campuran) hingga Rp 27.000 (untuk menu2 yang paling dahsyat, seperti Banana Splitt dan Spaghetti Ice Cream). Gw rasa sih masih acceptable di kantong y, karena memang enak dan kita dapatin sensasi orang makan ice cream jaman dulu serta originalitasnya.
Kalau kesana cuma sekadar nongkrong atau ingin makan yang lain juga ada kok. Di depanny ada Sate Ayam, yg kata bokap gw memang udah ada sejak bokap gw SMA dan asinan juhi (ini bikin ngiler, keilatanny wueenak). Tempatny juga cocok bagi yang sudah berkeluarga atau sekedar ingin refreshing atau kongkow sama teman2.
Tapi ada satu kekurangan dari tempat ini. P E L A Y A N A N N Y A!! Pelayanny jutek banget, gw nanya menu dijawab dengan ketus.. Ini bener2 mencoreng kesan baik gw terhadap tempat ini. Kalau kata Tyas, untuk soal rasa overall dari skala 1-10 dapat 8, untuk harga dengan kualitas dapat poin 7, sedangkan untuk pelayanannya dapat 5!! Jadi rata2 kita kasih skor 7 aja deh..


