Skip navigation

Tag Archives: unik

*bagi masing-masing individuny*

Di dunia maya, spesifikny di situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, plurk, friendster, dsb.. anyone could be someone. Setiap orang awam bisa menjadi seseorang, seperti pengakuan, merasa diri mereka itu ada bukan cuma sebagai another person / orang lain.

Bagi mereka, situs seperti ini memungkinkan setiap orang boleh berekspresi, bebas berpendapat, bisa mengeluarkan sesuatu yang biasany susah untuk disampaikan kepada orang lain. Karena dalam masyarakat dunia nyata, semua orang itu insignificant / tidak berarti.. kadang keberadaan kita hanya dianggap sebagai sosok dasar manusia. Padahal setiap individu itu sebenarny adalah sebuah karakter unik, sosok yang jauh didalam hatiny masing-masing mencari jati diri.

Padahal setiap individu itu sebenarny adalah sebuah karakter unik, sosok yang jauh didalam hatiny masing-masing mencari jati diri.

Walau kadang keberadaan karakter baru pada setiap halaman situs merupakan bentuk negligence dari jati diri itu sendiri. Suatu bentuk penolakan akan kekurangan diri dan penolakan akan cap buruk dari lingkungan sekitarnya.

kekuatan pikiran terletak pada kemampuan memahami perbedaan, tapi kekuatan hati terletak pada kemampuan memahami kemiripan..


Setiap orang selalu mencoba untuk menjadi berbeda, menjadi unik, menjadi bahwa mereka adalah satu-satuny di dunia ini.

Mereka berharap..  mungkin dengan pencapaian itu masing-masing pribadi merasa mereka akan diakui dengan perbedaannya,

Tapi seandainy kita dapat merenungkan sejenak..

Ternyata lebih sulit untuk mengakui bahwa kita dengan orang lain itu sama.

“Selamat siang“, sapa si Rubah.

“Selamat siang“, jawab Pangeran Kecil sopan, mendongak tapi tidak melihat apa-apa.

“Aku disini”, kata suara itu, “di bawah pohon apel“

“Siapa kau?“ tanya Pangeran Kecil, “Kau cantik sekali“.

“Aku Rubah “ jawab si Rubah.

“Kemari, bermainlah denganku.” kata Pangeran Kecil. “Aku sangat sedih.”

“Aku tidak bisa bermain denganmu,” kata Rubah. ”Aku belum dijinakkan.”

“Ah! Maafkan aku,” kata Pangeran Kecil. Tetapi setelah berpikir beberapa saat, dia menambahkan “Apa artinya itu – menjinakkan?”

Menjinakan artinya menjalin ikatan.”

“Itu adalah tindakan yang sering diabaikan,” kata Rubah. “Menjinakan artinya menjalin ikatan.”

“Menjalin ikatan?”

“Begitulah” kata Rubah. “Bagiku, kamu saat ini tidak lebih dari seorang bocah kecil yang sama saja dengan ribuan bocah kecil lainnya. Dan aku tidak membutuhkanmu. Dan kamu sendiri tidak membutuhkan aku. Bagimu, aku tidak lebih dari seekor rubah seperti ratusan ribu rubah lainnya. Tapi jika kamu menjinakkan aku, kita akan saling membutuhkan. Bagiku, kamu akan menjadi satu-satunya di dunia. Bagimu, aku akan menjadi satu-satunya di dunia…

jika kamu menjinakkan aku, kita akan saling membutuhkan. Bagiku, kamu akan menjadi satu-satunya di dunia. Bagimu, aku akan menjadi satu-satunya di dunia…

“Hidupku sangat membosankan,” kata Rubah. “Aku berburu ayam, manusia memburuku. Semua ayam sama saja, dan semua manusia sama juga. Dan, akibatnya, aku jadi agak bosan. Tapi jika kamu menjinakkan aku, akan terasa seolah matahari menyinari hidupku. Aku akan mengenali suara langkah yang terdengar berbeda dari semua langkah lain. Langkah-langkah lain akan mendorongku bergegas kembali ke bawah tanah. Tapi langkahmu akan memanggilku, seperti musik, keluar dari persembunyianku. Dan coba lihat: kamu lihat ladang gandum jauh disana? Aku tidak makan roti. Gandum tidak ada manfaatnya bagiku. Ladang gandum tidak punya arti apa-apa bagiku. Dan itu menyedihkan. Tapi rambutmu berwarna emas. Pikirkan betapa indah jadinya nanti jika kamu telah menjinakkan aku! Butir-butir gandum, yang juga berwarna keemasan. Akan membuatku ingat kepadamu. Dan aku akan senang sekali mendengarkan suara angin yang meniup butir-butir gandum….”

Lama, Rubah itu manatap sang Pangeran Kecil.

little prince and the fox

“Tolong-jinakkan aku!” katanya.

“Aku ingin, ingin sekali,” sahut Pangeran Kecil. “Tapi aku tidak punya banyak waktu. Ada banyak teman yang harus kucari, dan banyak hal yang harus kumengerti.”

“Orang hanya bisa mengerti hal-hal yang dijinakkannya,” kata Rubah. “Manusia tidak punya waktu lagi untuk mengerti apa pun. Mereka membeli barang yang telah disediakan toko. Tapi di mana-mana tidak ada toko yang menjual persahabatan, dan karenanya manusia tidak punya teman lagi. Jika kamu ingin punya teman, jinakkan aku…”

“Apa yang harus kulakukan, untuk menjinakkan kamu?” tanya Pangeran Kecil.

“Kamu harus sabar sekali,” sahut Rubah. “Pertama-tama kamu duduk agak jauh dariku – seperti itu diatas rumput. Aku akan memandangmu dari sudut mataku, dan kamu tidak boleh bilang apa-apa. Kata-kata adalah sumber kesalahpahaman. Tapi kamu akan duduk lebih dekat denganku setiap hari…”

Kata-kata adalah sumber kesalahpahaman.

Maka Pangeran Kecil menjinakkan Rubah. Dan ketika waktu perpisahan mereka hampir tiba

“Ah,” kata Rubah, “Aku akan menangis”

“Itu salahmu sendiri,” kata Pangeran Kecil. “Aku tidak pernah berkeinginan mencelakaimu sama sekali, tapi kamu ingin aku menjinakkan kamu….”

“Ya, memang begitu,” kata Rubah

“Jadi itu tidak mendatangkan kebaikkan bagimu sama sekali!”

“Itu baik untukku,” kata Rubah, “Karena warna ladang gandum itu.” lalu dia menambahkan “Pergi dan lihatlah lagi bunga-bunga mawar itu. Kamu akan mengerti sekarang bahwa bungamu adalah satu-satunya di seluruh dunia. Lalu kembalilah dan ucapkan selamat tinggal padaku, aku akan memberimu hadiah berupa sebuah rahasia.”

Pangeran Kecil pergi, untuk melihat kembali bunga-bunga mawarnya.

“Kamu sama sekali tidak seperti bunga mawar milikku,” katanya pada bunga-bunga. “Jadi kamu tidak ada artinya. Tidak ada yang menjinakkan kamu, dan kamu tidak menjinakkan siapa-siapa. Kamu seperti rubahku ketika pertama kali aku mengenalnya. Dia hanya seekor rubah seperti seratus ribu rubah lainnya. Tapi aku telah menjadikannya temanku, dan kini dia menjadi satu-satunya di seluruh dunia.”

Dan mawar-mawar itu sangat malu.

“Kamu cantik, tapi hampa,” lanjutnya.”Tidak ada yang bersedia mati demi kamu. Tentu, orang yang lewat akan mengira bahwa bunga mawarku tampak persis seperti kamu, mawar yang kumiliki. Tapi hanya dialah yang lebih penting daripada ratusan ribu mawar lainnya. Sebab dialah yang kulindungi dari balik tabir, karena demi dialah aku membunuh ulat (kecuali dua atau tiga di antara mereka yang kami selamatkan agar menjadi kupu-kupu), karena dialah aku mau mendengarkan, ketika dia mengomel, atau membual, atau bahkan kadang-kadang ketika dia tidak bilang apa-apa. Karena dia adalah mawarku.”

Dan dia kembali untuk menemui Rubah.

Hanya dengan hatilah orang bisa melihat dengan benar, hal apa yang terpenting itu tidak dapat dilihat dengan mata.

“Selamat tinggal” katanya

“Selamat jalan” kata Rubah. “Dan sekarang inilah rahasiaku, rahasia yang sangat sederhana. Hanya dengan hatilah orang bisa melihat dengan benar, hal apa yang terpenting itu tidak dapat dilihat dengan mata.”

“Apakah yang terpenting yang tidak dapat dilihat dengan mata?” ulang pengeran kecil supaya dia yakin akan bisa mengingatnya.

“Waktu yang telah kamu habiskan untuk mawarmu itulah yang membuat mawarmu begitu penting.”

“Waktu yang telah aku habiskan untuk mawarku?” kata pangeran kecil, supaya dia yakin akan bisa mengingatnya.

Kamu bertanggung jawab, selamanya, terhadap apa yang telah kamu jinakkan

“Manusia telah melupakan kebenaran ini,” kata rubah. “Tapi kamu tidak boleh melupakannya. Kamu bertanggung jawab, selamanya, terhadap apa yang telah kamu jinakkan. Kamu bertanggung jawab terhadap mawarmu….,”

Pernah baca di salah satu blog, seseorang menulis yang membuat gw mengerti apa artinya sebuah ikatan dan menemukan seseorang yang unik.

dari milyaran manusia dibumi,,
dialah yg paling unik,,
bukan karena apa yg dimilikinya,,
bukan karena apa yg diperbuatnya,,
bukan karena keberadaannya,,
juga bukan karena perasaannya,,
tapi karena ikatan antara kami berdua,,

sering kita berusaha menemukan seseorang yang unik dahulu untuk membuat komitmen, tapi seseorang menjadi unik untuk kita bukan karena apa atau siapa dia tapi karena komitmen antara kita yang membuat dia unik..

gw sempat kesal mendengar cerita dari teman dia disebut sama saja seperti orang lain oleh pasanganny, jika memang benar seperti itu berarti dari awal sang pasangan g ngerti apa arti dari membuat ikatan!

“aku unik bukan karena keunikanku tapi karena dia telah membuatku sedemikian unik sekaligus membuatnya menjadi unik bagiku karena aku telah membuatnya sedemikian unik yg membuat semuanya menjadi unik..”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.